Senin, 18 Juli 2011
Semangkuk Bakso
Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.
"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"
Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.
Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.
"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.
"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.
"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."
Putri pun segera duduk di dalam.
Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.
"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."
"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."
Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"
Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,
"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."
"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.
=====================================================
Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.
Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri. Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya.
Sumber : andriewongso.comMinggu, 17 Juli 2011
Minggu, 10 Juli 2011
menuju ke arah yang lebih baik
Ya Allah, kenapa begitu berat cobaan yang Engkau berikan kepada mama? aku kasian ya Allah sama mama, aku juga ngerasa cuma bisa nyusahin dia doang. Aku sedih banget ya Allah :'"""(
Aku selalu minta apa-apa sama mama, belom lagi si akmal, raras juga. Dapet uang darimana mama buat memenuhi kebutuhan kami bertiga yang aku pikir cenderung konsumtif. Kita bertiga masih ngerasa kondisi kita sama seperti saat papa masih ada. Apa-apa tinggal minta, gak lama pasti di beliin. Ngambek dikit pasti di beliin.
Ya Allah sadarkanlah pikiran kami bertiga untuk gak selalu membebankan pikiran mama. Aku sayang mama ya Allah. Aku gak mau dia sedih, aku gak mau dia kecewa, aku gak mau dia menderita. Berikanlah kebahagiaan untuk mama ya Allah, panjangkanlah umurnya, jangan biarkan dia pergi di saat kami masih sangat membutuhkan kasih sayangnya. Aku gak bisa ngebayangin kalo sampe mama menyusul papa. Aku sama sekali gak bisa ngebayangin apa jadinya kita bertiga nanti. Aku, raras, akmal masih sangat membutuhkannya.
Ya Allah berikanlah rezeki yang melimpah kepada kami, terutama kepada mama kami ya Allah. Berikanlah kesehatan dan umur yang panjang kepada kami, terutama kepada mama kami ya Allah. Berikanlah kebahagiaan lahir batin kepada kami, terutama kepada mama kami ya Allah. Lindungilah kami dari godaan-godaan syeitan manusia dan syeitan iblis.
Ya Allah jadikanlah hamba dan kedua adik hamba anak-anak yang selalu berbakti kepada mama dan papa. Jadikanlah kami anak-anak yang berguna kelak sehingga bisa bikin mama sama papa bangga punya anak seperti kami. Jadikanlah kami anak-anak yang sholeh dan sholehah. Jadikanlah kami orang-orang yang sukses di saat kami dewasa nanti.
Ya Allah, terimakasih atas nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami selama kami hidup di dunia ini. Jadikanlah kami semua manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari, manusia yang bisa belajar dari kesalahannya. Amin
Sabtu, 09 Juli 2011
Adelaide Sky
These coffee cups are getting cold
Mind the people passing by
They don't know I'll be leaving soon
I'll fly away tomorrow
To far away
I'll admit a cliché
Things won't be the same without you
I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me
I'll let you know what's on my mind
I wish they've made you portable
Then I'll carry you around and round
I bet you'll look good on me
I'll fly away tomorrow
It's been fun
I'll repeat the cliché
Things won't be the same without you
I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me
I've been meaning to call you soon
But we're in different times
You might not be home now
Would you take a message
I'll try to stay awake
And fight your presence in my head
I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me
Sabtu, 02 Juli 2011
Jumat, 01 Juli 2011
Only Love Can Break Your Heart
How did it feel to be alone
I was always thinking of games that I was playing
Trying to make the best of my time
But only love can break your heart
What if your world should fall apart
Yes only love can break your heart
Try to be sure right from the start
I have a friend I’ve never seen
He hide his head behind a screen
Someone should call him and see if he can come out
Try to loose the down that he’s found
But only love can break your heart
Try to be sure right from the start
Yes only love can break your heart
What if your world should fall apart
I have a friend i’ve never seen
He hide his head behind a screen
Yes only love can break your heart