Alhamdulillahirabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan banyak nikmat untukku.
Senin, 5 Februari 2018 kemarin, secara gagah berani aku mengakhiri skrispsiku dengan melaksanakan sidang kelulusan. Dag-dig-dug sekali perasaanku pagi itu. Diawali dengan bangun yang kesiangan dan perut keroncongan karena hari minggu seharian perutku tak ku berikan asupan. Gak napsu rasanya kalau makan pada saat hati tak tenang. Aku tidur lebih awal di minggu malam, berniat agar keesokan paginya bisa bangun lebih cepat. Namun tak disangka tak di duga, aku malah bangun kesiangan. Pukul 06.30 pagi mataku baru terbuka dengan terkejutnya. Aku langsung enyambar handuk dan lari ke kamar mandi. Asal saja ku basuh badanku dengan air yang kurasa sangat dingin pagi itu. Sebelum berangkat ku cek kembali bawaanku, jangan sampai ada yang tertinggal.
Singkat cerita aku sudah sampai di kampus tercinta, dengan membawa aqua botol 330ml sebanyak 1 dus aku berjalan ke jurusan dengan masih tetap semangat '45. Sampai di jurusan masih sepi dan dosen baru beberapa orang yang datang, waktu menunjukkan pukul 08.15. Setelah dosen penanggung jawab studi akhir datang, barulah pembukaan sidang dilakukan. Di sini aku kembali cemas.
Satu persatu nama dipanggil ke dalam ruang sidang. Mahasiswa pertama sangat lama sekali di dalam, membuat hatiku semakin gak karuan. Kurang lebih 1,5 jam ia di dalam dan keluar dengan muka lega namun penuh kecemasan karena revisi yang segunung. Lanjut mahasiswa kedua masuk, tidak lama ia masuk ternyata pihak TU membuka 1 lagi ruang sidang untuk mempersingkat waktu.
Tak disangka tak di duga nama yang di panggil adalah "Nisya Nirmala Diaz" DEG! aku langsung kelabakan dan bingung. Sambil terus membaca bismillah dan berdoa agar diberi kelancaran lisan aku melangkah mantap ke ruang sidang. Ku lihat pengujiku adalah dosen yang terkenal gak neko-neko. Kurang lebih 25 menit aku di dalam ruang sidang. Persentasiku berjalan lancar, singkat dan jelas. Tidak ada revisi yang berat, hanya diminta untuk perbaikan cara penulisan. Aku bahagia sekali, apa yang ku khawatirkan selama ini tidak terjadi, apa yang ku alami pada seminar proposal tempo lalu tidak terulang kembali. Subhanallah, segala puji bagi Allah yang telah memudahkan segala urusanku.
Perjuanganku selama 3,5 tahun kuliah dan 3,5 tahun mengerjakan skripsi akhirnya usai sudah. Tinggal selangkah lagi ijazah S1 ku dapatkan. Aku bahagia dan bangga pada diriku sendiri bahwa ternyata aku bisa melalui step ini. Aku bangga pada diriku sendiri karena akhirnya aku bisa membuat orang tuaku bangga padaku.
Papa, Mama.. Akhirnya anak sulungmu ini sudah jadi sarjana.
Maaf ya kalo kelamaan :')
Papa, Mama.. Akhirnya anak sulungmu ini sudah jadi sarjana.
Maaf ya kalo kelamaan :')